About Me

55610_449196466760_5806016_o

Marissa Anita cinta dunia media. Profesi jurnalis telah membuatnya cinta pada negeri sendiri; berbicara dengan para ahli untuk memperkaya diri dengan ilmu.

“Berbicara dengan para ahli itu bagai mendapat kuliah umum di berbagai bidang secara gratis!” 

Setelah berkiprah di Metro TV selama 5 1/2 tahun sebagai reporter dan akhirnya anchor 811 Show bersama Tommy Tjokro dan Prabu Revolusi, Marissa kini meneruskan aspirasinya — memberikan media berkualitas — bersama NET Televisi Masa Kini. Indonesia Morning Show (@IMS_NET) dan talkshow inspiratif Satu Indonesia (@Net1Indonesia) kini menjadi rumah kedua anchor pecinta seni ini.

Selain sibuk di dunia media, Marissa Anita menghabiskan waktu luang menonton film. “Ada sesuatu yang ajaib dengan film. Setiap kali saya merasa penat, saya menonton film. Tak terasa saya tenggelam di dalamnya dan stress langsung hilang!” katanya.

“Hidup itu pendek. Jalani dan nikmati hidup sepenuh hati dengan melakukan hal-hal yang kita cintai. Do and live your passion!

Kecintaannya terhadap dunia film telah tumbuh sejak kecil. Karena itu ketika kuliah ia mulai serius bergelut di dunia teater. Hobinya ini hingga kini terus ia tuangkan dalam sejumlah pertunjukan teater bersama komunitas teater The Jakarta Players, baik sebagai aktor, produser, atau kru teknis. Lulusan Atma Jaya dan Sydney University ini juga pernah meramaikan pentas seni teater di Sydney ketika menimba ilmu di Australia.

Marissa Anita menghabiskan waktu luang menonton film. “Ada sesuatu yang ajaib dengan film. Setiap kali saya merasa penat, saya menonton film. Tak terasa saya tenggelam di dalamnya dan stress langsung hilang!” katanya.

Kecintaannya terhadap dunia film telah tumbuh sejak kecil. Karena itu ketika kuliah ia mulai serius bergelut di dunia teater. Hobinya ini hingga kini terus ia tuangkan dalam sejumlah pertunjukan teater bersama komunitas teater The Jakarta Players, baik sebagai aktor, produser, atau kru teknis. Lulusan Atma Jaya dan Sydney University ini juga pernah meramaikan pentas seni teater di Sydney ketika menimba ilmu di Australia. Sekembalinya ke Indonesia, Marissa pun tergoda dunia film Indonesia. Pada 2010, bersama Edward Gunawan dan Atiqah Hasiholan membuat film pendek “Broken Vase”.

Marissa mengalami debutnya sebagai aktor teater berbahasa Indonesia ketika berperan sebagai Padusi dalam legendratari Padusi bersama Tom Ibnur, Rama Soeprapto, Nia Dinata, Sha Ine Febriyanti, Niniek L Karim dan Jajang C Noer pada 2012 lalu.

Dari teater kembali ke film. Pada 2013, sutradara Lucky Kuswandi mengajaknya kembali berakting di “Selamat Pagi, Malam”. Kali ini bersama aktris Indonesia favorit Marissa, Adinia Wirasti.

Marissa-Twitter

“Movies can and do have tremendous influence in shaping young lives in the realm of entertainment towards the ideals and objectives of normal adulthood.” – Walt Disney 

Marissa senang menikmati makanan enak. Menurutnya makanan enak dan murah bisa didapat dengan masak sendiri. Di dapur, ia bereksperimen dengan resep Indonesia, Asia dan Barat. Namun makanan Indonesia adalah favoritnya. “Masakan Indonesia menurut saya paling enak karena kaya bumbu dan aroma!”

“Makan yang penting kualitas, bukan kuantitas.”

Marissa menyelesaikan pendidikan S1 jurusan pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Atma Jaya Jakarta dengan IP (GPA) 3.82. Setelah lulus ia sempat berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di English First Tebet selama delapan bulan sebelum meneruskan pendidikan S2 bidang Media di University of Sydney, NWS, Australia.

“Saya mencintai profesi saya sebagai jurnalis. Namun terkadang rindu mengajar. Berhubung sekarang ada Twitter, jejaring sosial ini menjadi classroom saya.” 

Melalui @MarissaAnita, Marissa berbagi tips Bahasa Inggris dengan hashtag #YourEnglish