Modus Anomali

Sutradara ini terakhir kali membuat film tiga tahun lalu dengan “Pintu Terlarang” (2009). Setelah sukses dengan teater komedi satir musikal “Onrop” pada 2011, sineas Joko Anwar kini kembali berkolaborasi dengan produser andalannya Sheila Timothy (Lifelike Pictures) dalam thriller suspense “Modus Anomali”.

Modus Anomali berkisah tentang seorang pemuda, John Evans (Rio Dewanto) yang menemukan dirinya tergeletak di hutan dalam kondisi lupa ingatan. Selagi menyusuri hutan lebat ini, ia perlahan kembali menyusun ingatannya dengan berbagai petunjuk. Petunjuk-petunjuk ini datang dalam bentuk yang aneh: sebuah kamera video berisi gambar dirinya, seorang perempuan hamil dan dua anak remaja yang sedang menikmati liburan. Video ini berakhir dengan gambar seorang pria berwajah tertutup menghujamkan belati ke perut sang perempuan ini.

Ketakutan menjadi korban pembunuh berdarah dingin ini, Evans berlari, menggelundung, bergumul dengan tanah di hutan asing ini. Bayang-bayang sang pembunuh bermasker medis ini terus menghantui. Dalam usahanya melarikan diri, sebuah panah menancap ke lengan Evans.

Kekuatan utama film ini ada pada plot dan naskah. Ketika Anda menonton Modus Anomali, bukan hanya John Evans saja yang berusaha melengkapi “puzzle”, Anda juga. Dari awal sampai akhir, Joko Anwar mengajak penonton untuk mengetahui apa yang terjadi melalui setiap petunjuk yang ia tanam pada setiap adegan – baik berupa barang mau pun pada dialog yang setiap karakter lontarkan. Biasanya kebanyakan penonton baru akan mengerti ketika cerita berakhir. Karena saat cerita berakhir, puzzle ini lengkap dan terlihat jelas “bentuknya”. Saya sarankan Anda menonton film ini tidak dalam keadaan lelah.

Ide cerita ini gila. “Yuk kita bikin film ini. Pakai iPhone aja bisa kok,” rayu Joko Anwar saat mengajukan ide film ini ke produser LifeLike Pictures Sheila Timothy. Dalam Modus Anomali, Joko Anwar mengajak Anda ke sudut tergelap pikiran mantan kritikus film Jakarta Post ini. “Saya waktu kecil senang main di hutan,” canda Joko ketika saya tanya dari mana ia dapatkan inspirasi “miring” ini.

Seluruh aktor Modus Anomali menggunakan bahasa Inggris. Aktor utama Rio Dewanto mengatakan kurang nyaman berakting dalam bahasa Inggris. Meski demikian, tidak memupuskan usaha Rio menampilkan performa semaksimal mungkin. “Yang pasti tetap fokus dan mengacu pada karakter John Evans yang saya temukan selagi workshop,” kata Rio.

Sembilan puluh persen isi film ini adalah Rio berlari dari satu sisi hutan ke sisi lain. Rio menghadapi tantangan peran ini dengan rutin nge-gym. Namun pria berwajah tampan dan bertubuh kekar ini tekuk lutut ketika berhadapan dengan laba-laba dan tikus. Ketika firasat jail muncul, tim syuting Modus Anomali akan menakut-nakuti Rio dengan makhluk berkaki delapan ke salah satu kru. “Saya memang dari kecil sudah fobia laba-laba,” kata Rio.

Modus Anomali adalah film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi canggih kamera Red Epic. “Kita tidak mau kompromi kualitas hasil,” kata Sheila Timothy. Dengan Red Epic, Modus Anomali mampu mengambil gambar dengan teknik syuting panjang tak terputus (long take) dan mendapatkan gambar kualitas terbaik saat syuting malam hari. Kamera ini adalah kamera yang digunakan sineas Hollywood dalam Pirates of the Caribbean 4 “On Stranger Tides” dan Girl with the Dragon Tattoo.

Modus Anomali juga menyaring tiga peran di jaringan media sosial Twitter dan Facebook. Dari sini mereka mendapatkan Hannah Al Rashid, Izzi Isman dan Sadha Triyudha. “Saya pertama kali audisi di kamar mandi sama Joko,” tawa Hannah mengingat proses audisi yang aneh itu.

Film ini menerima kritik bervariasi. Ada yang menyukai. Ada yang mengatakan temponya terlalu lama. Namun menurut saya penonton bisa menggunakan tempo lambat ini untuk mengamati dan mengingat setiap detil cerita untuk mencari tahu hasil akhirnya.  Sebelum tayang di Indonesia, Modus Anomali telah  menghibur pencinta film di Austin Texas Amerika Serikat dalam festival film dan musik terbesar di negara paman Sam, South by Southwest SXSW. Kini giliran pencinta film di Indonesia menikmatinya. Just sit back, relax dan enjoy the long and windy ride. 

IMDB: http://www.imdb.com/title/tt2182019/


%d bloggers like this: