Segudang Pertanyaan Demi Kemajuan Bangsa

Pagi ini saya gunakan untuk membaca peristiwa-peristiwa terkini yang terjadi di bumi pertiwi. Tampaknya laman seluruh kantor berita Indonesia tidak pernah sepi dari berita kasus korupsi. Dari Kasus Bank Century (biaya bailout 600M bengkak menjadi 6T dan fakta terbaru setelah KPK memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani) hingga PKS (Kasus Impor Daging, Ahmad Fathanah dan orang-orang yang terkait dengan Fathanah yang ternyata terlibat beberapa kasus korupsi, hingga PKS meminta tegas KPK membuka kembali kasus Century — Mmm, apakah ini masalah saling serang antar partai menuju 2014?).

Media tak henti menyuapi para pembaca/masyarakat dengan kasus korupsi dan tingkah polah para koruptor hingga muak dan muntah. Media mungkin berharap semakin muak masyarakat, semakin masyarakat tidak lagi bisa mentoleransi tindak tanduk para koruptor, semakin urgen lahirnya penegakan hukum 100% adil di negara ini sehingga negara kita akhirnya bisa menjadi negara yang maju karena masyarakatnya kebanyakan atau sepenuhnya sejathtera. Kapankah Indonesia bisa menjadi negara yang betul-betul menyayangi masyarakatnya. Pikiran saya tergelitik sehingga menelurkan sejumlah pertanyaan ini. . .

Pertanyaan Demi Kemajuan Bangsa: YA/TIDAK?

  • Apakah regulasi/ Undang-Undang sudah bersih kepentingan yang berkuasa?
  • Apakah penegakan hukum sudah berjalan semestinya?
  • Apakah penegak hukum kita sudah 100% netral dari pengaruh siapa pun yang berkuasa?
  • Mungkinkah suatu negara memiliki penegakan hukum yang 100% netral dari kekuasaan apa pun?
  • Apakah sebagian besar politisi (pemerintah dan anggota parlemen) Indonesia sudah betul-betul kompeten dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya?
  • Apakah sebagian besar politisi (pemerintah dan anggota parlemen) Indonesia sungguh-sungguh duduk di kursi berpengaruh mereka mengemban dan memperjuangkan kepentingan rakyat?
  • Apakah sesulit itu memperjuangkan kepentingan rakyat ketika kita masuk dalam dunia perpolitikan Indonesia?
  • Seberapa bersih atau kotor politik di Indonesia?
  • Seberapa kuat politisi yang bersih di Indonesia dalam bermanuver demi mendorong kepentingan rakyat banyak?
  • Seberapa kuat politisi kotor (tidak kompeten dan potensial koruptor) di Indonesia dalam bermanuver demi membuat regulasi yang menguntungkan pihak-pihak yang berkuasa atau berduit?
  • Bisakah Indonesia bersih dari korupsi?
  • Kapankah Indonesia bisa bersih dari korupsi?
  • OK. Kalau mau kompromi, kapankah Indonesia bisa 90% bersih dari korupsi?
  • Apakah korupsi memang budaya Indonesia? Kalau kita tilik dari sejarah, apakah budaya pemberian upeti Indonesia menjadi akar korupsi?
  • Dimanakah hati nurani para politisi/pejabat negara korup saat ia rakus makan uang yang semestinya mereka gunakan untuk kesejahteraan rakyat banyak?
  • Apakah para politisi/pejabat negara korup punya hati nurani?
  • Apa yang ada di pikiran dan hati para koruptor saat menikmati makanan/jalan-jalan/fasilitas yang ia bayar dengan “uang panas”?
  • Apakah Indonesia sudah memiliki pemimpin yang mampu berempati, sungguh menyayangi, mau dan mengambil keputusan-keputusan yang mensejahterakan rakyat?

Saya yakin masih banyak segudang pertanyaan masyarakat untuk melengkapi sejumlah tanda tanya di atas. Tapi yang jelas, saya sungguh berharap sebelum saya menghembuskan nafas terakhir, saya bisa melihat Indonesia yang lebih baik dari sekarang. Demi kelangsungan dan keberlangsungan hidup anak cucu kita.

Amin.

Published by

Marissa Anita

A multi-hyphenate: #journalist #actress #mc #moderator