Live for Love for Happiness

Do you marry for love or for money? Apakah Anda menikahi seseorang demi cinta atau uang?

Pertanyaan ini saya lempar ke Twitter dan mendapatkan jawaban bervariasi. Ada yang menikah demi uang. Ada yang demi cinta. Ada yang demi dua-duanya. Ada yang demi masa depan. Ada yang demi orang tua. Ada yang demi seks. Ada yang demi Tuhan.

Menarik. Dan tentunya semua orang punya alasan sendiri-sendiri.

Menikah adalah keputusan besar dalam hidup kita. Ketika saya memutuskan untuk menikah karena saya jatuh cinta. Jatuh cinta dengan komunikasi antara saya dan pasangan yang seperti tak ada ujungnya.

  • Karena kita memiliki kemiripan hobi dan pandangan hidup.
  • Karena dia menjalankan hidup dengan passion dan mendukung penuh saya menjalankan hidup dan pekerjaan sesuai dengan passion saya.
  • Karena dia memiliki kepandaian dan ketrampilan untuk menciptakan hidup yang nyaman dan berkecukupan.
  • Karena dia memiliki kepandaian dan ilmu yang saya bisa pelajari begitu pula sebaliknya.
  • Karena kita bisa terbuka dan apa adanya dengan satu sama lain.
  • Karena kita bisa jujur mengenai semua hal — apakah itu hal yang baik atau pun hal kurang mengenakkan.
  • Karena saya bisa menjadi diri sendiri — dengan segala kekurangan dan kelebihan — dan dia tetap mencintai saya begitu pula sebaliknya.
  • Karena dia memiliki empati dan mampu mengajarkan empati.
  • Karena dia menganggap saya sejajar; mendengarkan pendapat dan mempertimbangkan pendapat atau pandangan saya terhadap sesuatu begitu pula sebaliknya.
  • Karena saya tidak pernah berhenti merindukannya ketika dia pergi dinas ke luar kota atau mengunjungi keluarga besar di negeri seberang.
  • Karena komunikasi kita tidak berhenti pada hal-hal garis besar, melainkan semua topik menarik yang sedang hangat.
  • Karena dia selalu makan sampai habis makanan yang saya masak apakah itu tidak enak, biasa atau enak (tergantung mood) tanpa mengeluh.
  • Karena kita bisa bicara dan bercanda tentang apa saja. Saya tidak pernah merasa dia akan terganggu dengan candaan saya separah atau segokil apa pun itu, begitu pula sebaliknya. Dan yang terpenting . . .
  • Karena saya tidak bisa hidup tanpa dia begitu pula sebaliknya.

Mungkin ini bisa menjadi sebagian dari checklist sebelum kita memutuskan untuk menjadikan kekasih kita sekarang sebagai pasangan seumur hidup. Saya yakin masih banyak lagi poin-poin yang Anda miliki untuk melengkapi kebahagiaan dalam hidup. Live for love for happiness!

20130331-092241.jpg

%d bloggers like this: